Surat Al IkhlasSurat Al Ikhlas

Oleh: Gunawan - Update Terbaru: 18 September 2020
Artikel ini berisi tentang Surat Al-Ikhlas, Fadhilah Keutamaan Amalan Surat Al-Ikhlas
Surat Al Ikhlas, Fadhilah Bacaan dan Keutamaan Surat Al Ikhlas
Surat Al-Ikhlas

Surat Al Ikhlas adalah Surat ke-112 dalam Al-Qur’an yang Memurnikan Ke-Esa-an الله SWT yang juga diterangkan dalam Ayat Kursi, dengan fadhilah dan keutamaan menakjubkan. Surat ini tergolong Surat Makkiyah, terdiri atas 4 ayat, dan pokok isinya adalah menegaskan ke-Esa-an الله SWT dan menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya.

“Barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka dia tidak akan membusuk di dalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian shirotul-mustaqim lalu menuju ke surga.”
Demikian Hadits yang diterangkan dalam Tadzkirotul Qurthuby.

Fadhilah Keutamaan Surat Al-Ikhlas

Rosululloh SAW pernah bertanya sebuah teka-teki kepada umatnya Siapakah antara kalian yang dapat mengkhatamkan Al-Qur’an dalam jangka masa singkat (dua-tiga menit)?

Tiada seorang dari sahabatnya yang menjawab. Malah Sayyidina ‘Umar bin Khattab r.a. (Rodhiyallohu ‘anhu) telah mengatakan bahwa mustahil untuk mengkhatamkan Al-Qur’an begitu cepat. Kemudian Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib k.w. mengangkat tangannya, menyatakan kesanggupan. Sayyidina ‘Umar berkata kepada Sayyidina ‘Ali bahwa Sayyidina ‘Ali (yang masih muda pada waktu itu) mungkin tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

Kemudian Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali. Rosululloh SAW menjawab dengan mengatakan bahwa Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib benar. Kemudian menerangkan bahwa membaca Surat Al-Ikhlas sekali ganjarannya sama dengan membaca 10 juz kitab Al-Qur’an atau sepertiga Al-Qur’an. Jika membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali Khatamlah Al-Qur’an karena dengan membaca sebanyak tiga kali sama seperti dengan membaca 30 juz Al-Qur’an.

Amalan Surat Al-Ikhlas

Katakanlah Dia-lah الله Yang Maha Esa. الله, yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Dan Tiada satupun yang setara dengan-Nya.

Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rosululloh SAW telah bersabda:

“Ketika saya (Rosululloh SAW) melakukan perjalan isro-miraj ke langit, maka saya telah melihat ‘Arsy di atas 360,000 sendi dan jarak jauh antara satu sendi ke satu sendi ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap sendi itu terdapat padang sahara sebanyak 12,000 dan luasnya setiap satu padang sahara itu seluas dari timur hingga ke barat. Pada setiap padang sahara itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca Surat Al-Ikhlas. Setelah mereka selesai membaca Surat Al-Ikhlas maka berkata mereka: Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini, kami berikan kepada orang yang membaca Surat Al-Ikhlas, baik ia lelaki maupun perempuan.”

Membaca Surat Al-Ikhlas memperoleh pahala seperti membaca Kitab Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an.

Sabda Rosululloh SAW tentang Surat Al-Ikhlas

Demi الله yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya:

“Qul Huwallohu Ahad” itu tertulis di sayap malaikat Jibril a.s
“Allohush-shomad” itu tertulis di sayap malaikat Mikail a.s
“Lam yalid walam yuulad” tertulis pada sayap malaikat ‘Izroil a.s
“Walam yakullahu kufuwan Ahad” tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s

“Qul Huwallohu Ahad” itu tertulis di dahinya Abu Bakar As-shiddiq .r.a.
“Allohush-shomad” itu tertulis di dahinya ‘Umar bin Khattab r.a.
“Lam yalid walam yuulad” tertulis di dahinya ‘Utsman bin ‘Affan r.a.
“Walam yakullahu kufuwan Ahad” tertulis di dahinya ‘Ali bin Abi Tholib r.a.

(Kitab Hayatun Kuluubi)

Hadits-hadits tentang Surat Al-Ikhlas

Dari A’isyah r.a., bahwasanya Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam pernah mengutus seorang shahabat dalam sebuah pertempuran. Lalu dia mengimami sholat dan selalu membaca surat Al-Ikhlas. Tatkala mereka kembali dari pertempuran mereka adukan hal tersebut kepada Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda: “Tanyakan kepadanya apa yang melatarbelakangi dia berbuat seperti itu, merekapun menanyakannya. Lalu dia pun menjawab: “Karena sesungguhnya surat Al-Ikhlas itu mengandung sifat yang dimiliki oleh Ar-Rohman (الله SWT) dan aku suka untuk membacanya. Maka Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kabarkan kepadanya bahwa الله subhanahu wata’ala mencintainya”
HR. Al-Bukhari

Dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata: “Aku pernah bersama Rosululloh Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam dan disaat itu beliau mendengar seseorang membaca Al-Ikhlas” Lalu beliau bersabda: “Dia telah mendapatkan”, Abu Hurairah bertanya: “Mendapatkan apa wahai Rosululloh?” Beliau menjawab: “Al-Jannah (surga).”
HR. At Tirmidzi

Dalam hadits yang lain beliau bersabda: “Kecintaanmu terhadap surat Al-Ikhlas memasukkanmu ke dalam Al Jannah.”
HR. Al-Bukhari

Dari ‘Ali bin Abi Tholib k.w.

Siapa saja yang duduk membaca Al-Qur’an, niscaya dia akan berdiri darinya dengan tambahan atau kekurangan, yaitu bertambah dalam mendapatkan petunjuk, atau berkurang dalam kesesatan.

Mintalah dari الله SWT segala kebaikan dengan mengikuti Al-Qur’an. Mendekatlah kepada الله SWT dengan mencintai Al-Qur’an. Janganlah memperalatnya demi mendapatkan sesuatu dari hamba-hamba الله dengannya. Tiada sesuatu sebaik Al-Qur’an yang dapat dibawa seseorang ketika menghadapkan diri kepada Tuhan-nya.

Sebenarnya banyak sekali Fadhilah Keutamaan Membaca Al-Qur’an, mudah-mudahan yang disampaikan ini bisa banyak bermanfa’at.
Wallohu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *