Keutamaan Kebaikan Keikhlasan Perempuan

By |Updated: November 9, 2016 0 Comment

Keutamaan Kebaikan Keikhlasan, Suatu hari masuklah Rosululloh Muhammad SAW menemui putrinya Fathimah az-zahra r.a. Didapatinya putrinya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis.

Rosululloh SAW bertanya pada putrinya, “apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Alloh SWT tidak menyebabkan matamu menangis”.

Fathimah r.a. berkata, “ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumah tanggalah yang menyebabkanku menangis”.

Lalu duduklah Rosululloh SAW di sisi putrinya, Fathimah r.a.melanjutkan perkataannya, “ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta ‘ali (suaminya) mencarikan anakanda seorang jariah untuk menolongku menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah”.

Mendengar perkataan putrinya ini maka bangunlah Rosululloh SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair (sejenis padi-padian) dengan tangannya yang diberkahi lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya “Bismillahirrohmanirrohim”.

Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Alloh SWT. Rosululloh SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk putrinya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Alloh SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

ilustrasi pink flower

Image: ilustrasi pink flower

Rosululloh SAW berkata kepada gilingan tersebut, “berhentilah berputar dengan izin Alloh SWT”, maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Alloh SWT yang Berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata.

Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, “Ya Rosululloh SAW, demi Alloh Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun, niscaya hamba gilingkan semuanya.”

Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Alloh SWT suatu ayat yang berbunyi :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan”.

Maka hamba takut, ya Rosululloh kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rosululloh SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, “bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az- zahra di dalam syurga”. Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rosululloh SAW bersabda kepada putrinya;
Jika Alloh SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Alloh SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh-Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Alloh SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fathimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Alloh SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Alloh SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Alloh SWT akan menghalanginya dari meminum air Telaga Kautsar pada Hari Kiamat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhoan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak ridho denganmu tidaklah aku akan medoakanmu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridho suami itu daripada Alloh SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Alloh SWT?.

Ya Fathimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Alloh SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Alloh SWT mencatatkan untuknya pahala orang- orang yang berjihad pada jalan Alloh yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Alloh SWT akan mengkarurniakannya pahala seribu haji dan seribu umroh serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar, maka Alloh SWT akan mengampuni semua dosa-dosanya dan Alloh SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikarurniakan Alloh untuknya seribu pahala haji dan umroh.

Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Alloh SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), “teruskanlah amalmu, maka Alloh SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang”.

Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Alloh SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Alloh SWT akan meringankan sakaratul maut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta Alloh SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat”.

Wallohu A’lam. Semoga Bermanfaat. Wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *