Pusaran Misterius Hexagonal Vortex di Kutub Utara Planet Saturnus

By |Updated: November 10, 2016 0 Comment

Planet Saturnus adalah Planet keenam dari Matahari dan terbesar kedua setelah Jupiter di sistem Tata Surya. Saturnus terkenal dengan sistem cincin yang terdiri dari sembilan cincin utama berputar terus menerus, sebagian besar terdiri dari partikel es, yang lebih kecil dari puing-puing berbatu dan debu.

Pusaran Misterius di Kutub Utara Planet Saturnus

Pesawat Ruang Angkasa NASA Cassini telah mendapatkan image/gambar yang begitu dramatis Pusaran geometris dari Badai Saturnus. Pola Pusaran Badai ini unik berbentuk Hexagonal terdapat di Kutub Utara Planet Saturnus, merupakan pola yang cukup misterius bagi para astronom.

Pusaran Misterius

Image: Planet Saturnus by NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute

Sebelumnya para ilmuwan belum dapat melihat pola ini dengan begitu jelas di masa lalu. Dengan menggunakan Spektrometer inframerah komposit dan pemetaan visual dari Pesawat Cassini, sekarang dapat terlihat jelas.

Pesawat Casini mendapatkan gambar yang jelas dari jarak sekitar 973.000 kilometer jauhnya dari planet Saturnus. Pesawat Cassini juga mendapatkan pandangan yang lebih baik dari kutub karena mengikuti orbit yang lebih tinggi, menggunakan gravitasi Titan untuk mengubah sudut.

Hexagonal Vortex

Image: Hexagonal Vortex by NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute

Pusaran Badai Hexagonal ini terbentang dengan jarak sekitar 30.000 km, lebih besar dari diameter Planet Bumi (12.742 km). Inti Badai jauh lebih besar dari badai yang terdapat di Bumi, diperkirakan berjarak sekitar 3.500 km, ini sekitar sepuluh kali ukuran badai yang umum di Bumi. Pusaran badai di Saturnus bergerak dengan kecepatan lebih dari 322 kilometer/jam.

Karakteristik badai ini berbeda dengan yang terdapat di Planet Bumi. Salah satu perbedaan dari badai di Bumi adalah bahwa badai ini terkunci ke dalam sistem cuaca di Kutub Planet.

Badai di Planet bumi mendapatkan energi dari air laut yang hangat, sedangkan Planet Saturnus tidak memiliki laut hangat seperti di Bumi, meskipun terdapat unsur yang relatif kecil dari uap air dalam atmosfer hidrogen. Memahami sistem badai ini berevolusi mungkin dapat menjelaskan mekanisme badai yang berkenaan dengan Bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *